Rangkuman PKN bab 7-9
Tugas PKN
Nama: Rian Galih Adi. P.
Kelas: X TITL 2
Rangkuman Bab 7-9
Bab 7: Budaya Politik Di Indonesia
1.Pengertian Budaya Politik di Indonesia
Secara harfiah kata budaya berasal dari bahasa Sanskerta yakni budhayah atau bentuk jamak dari budhi yang berarti akal. Ciri dari budaya antara lain dapat dipelajari, diwariskan, dan diteruskan dalam hidup bermasyarakat, dikembangkan dan dirubah, serta terintegrasi. Sementara itu, kata politik berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Polis yang berarti negara atau kota.
Keberagaman definisi tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
a. G. A. Almond dan S Verba(1990)
Menyatakan bahwa budaya politik merupakan orientasi dan sikap individu terhadap sistem politik dan bagian-bagiannya, juga sikap individu terhadap peranannya sendiri dalam sistem politik tersebut.
b. B. N. Marbun(2005),
Menulis bahwa budaya politik adalah pandangan politik yang memengaruhi sikap, orientasi, dan pilihan politik seseorang.
C. Larry Diamond(2003)
Menyebutkan bahwa budaya politik adalah keyakinan sikap, nilai, ide-ide, sentimen dan evaluasi masyarakat tentang sistem politik nasionalnya dan peran masing-masing individu dalam sistem itu.
d. Prof. Dr. H. Rusadi Kataprawira, S. H.
Mendefinisikan bahwa budaya politik sebagai pola tingkah laku individu dan orientasi terhadap kehidupan yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
e. Austin Rayen
Mengartikan budaya politik sebagai seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama atau sebuah orientasi terhadap objek-objek lainnya.
2.Komponen Budaya Politik
a. Orientasi warga negara terhadap Sistem politik
1.orientasi yang bersifat kognitif adalah komponen yang meliputi pengetahuan/pemahaman dan keyakinan individu tentang sistem politik.
2.Orientasi yang bersifat afektif adalah komponen yang menyangkut perasaan atau ikatan emosional yang dimiliki oleh individu terhadap sistem politik.
3.orientasi yang bersifat evaluative adalah komponen yang menyangkut kapasitas individu dalam rangka memberikan penilaian terhadap sistem politik yang sedang berjalan.
3 Tipe-tipe Budaya Politik
a. Budaya politik Parokial(Parochial Political Culture)
Ciri -Ciri budaya politik Parochial:
1.Rendahnya dukungan terhadap pemerintah
2.Adanya kedekatan warga dengan suku-suku mereka, agama, ras, dan etnis.
3.Memandang keberhasilan dengan pesimistis sehingga dukungan terhadap pemerintah rendah.
b. Budaya politik subjek (subject Political Culture)
Budaya politik subjek adalah budaya politik yang terjadi ketika warga negara telah memiliki pengetahuan mengenai pemerintah dan kebijakannya. Namun belum terlibat aktif dalam proses politik. Ciri-ciri politik Subjek antara lain:
1.Adanya dukungan yang tinggi terhadap pemerintah.
2.Terdapat lebih banyak kepercayaan terhadap grup-grup dan lain dlam masyarakat, dibandingkan pada budaya politik parochial
3.Para warga, tetap tidak melihat diri mereka sendiri sebagai peserta aktif yang akan memengaruhi politik.
C. Budaya Politik Partisipan (Partisipan Political Culture)
Ciri-ciri yang terdapat pada politik Partisipan antara lain:
1.Serupa dengan budaya politik subjek dalam hal pengakuan dan penerimaan legitimasi pemerintah
2.Kebanyakan orang dalam masyarakat menerima aturan yang sama untuk mendapat dan memindahkan kekuasaan (Pemilu)
3.Tingkat keyakinan warga bahwa tindakan mereka berpengaruh dalam kebijakan politik yang sangat tinggi.
Lembaga Sarana atau Agen Sosialisasi Politik:
1.Keluarga
2.Sekolah
3.Tempat Pergaulan
4.Tempat Bekerja
5.Media Masa
BAB 8 Desentralisasi atau Otonomi Daerah
A.Pengertian Desentralisasi
Istilah Desentralisasi berasal dari bahasa Belanda yaitu De yang berarti lepas dan Centrum yang berarti pusat. Dengan demikian Desentralisasi adalah suatu hal yang terlepas dari pusat.
B. Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi
1.Kelebihan Desentralisasi
-Struktur yang didesentralisasikan merupakan pendelegasian wewenang dan memperingati manajemen pemerintahan pusat.
-Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pemerintahan pusat.
-Dalam menghadapi permasalahan yang agak mendesak, pemerintah daerah tidak perlu menunggu intruksi dari pusat.
-Hubungan yang harmonis dapat ditingkatkan dan meningkatkan gairah kerja pemerintah pusat dan daerah.
-Peningkatan efisiensi dalam segala hal, khususnya penyelenggara pemerintahan baik pusat maupun daerah.
-Dapat mengurangi birokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera dilaksanakan.
-Bagi organisasi yang besar dapat memperoleh manfaat dari keadaan di tempat masing-masing.
2.Kelemahan Desentralisasi
-Besarnya organ-organ pemerintah yang membuat struktur pemerintahan bertambah kompleks dan berimpilasi pada lemahnya koordinasi.
- Keseimbangan dan kesesuaian antara bermacam-macam kepentingan daerah dapat lebih mudah terganggu.
-Desentralisasi tuturial mendorong timbulnya paham kedaerahan.
-Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama karena memerlukan perundingan yang bertele-tele.
-Desentralisasi memerlukan biaya yang besar dan sulit untuk memperoleh keseragaman dan kesederhanaan.
Otonomi Daerah
A. Pengertian Otonomi Daerah
Menurut J. Wajong, Otonomi daerah adalah kebebasan untuk memelihara dan memajukan kepentingan khusus dengan keuangan sendiri, menentukan hukum sendiri. Sedangkan menurut Ateng Syarifuddin, menyebutkan Otonomi daerah adalah kebebasan atau kemandirian tetapi bukan kemerdekaan. Hanya saja sebentuk kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu berwujud pemberian kesempatan yang harus dipertanggung jawabkan. Menurut C. J. Franseen, Otonomi sebagia hak untuk mengatur urusan-urusan dan daerah setempat yang menyesuaikan peraturan -peraturan yang dibuat.
B Landasan Hukum Penetapan Otonomi Daerah di Indonesia
1.UUD 1945 pasal 18 ayat 1
2.Tap MPR-RI No XV/MPR/1998
3.UU No 12tahun 2008
C. Nilai, Dimensi, dan Prinsip Otonomi Daerah di Indonesia
1.Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintah yang didalamnya bersifat negara (Eenheidstaat), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa atau negara Republik Indonesia tidak akan terbagi diantara kesatuan -kesatuan pemerintah.
2.Nilai Dasar Desentralisasi Tutorial, yang bersumber dari isi dan Jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar Republik Indonesia. Berdasarkan nilai ini pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.
*Prinsip
1.Nyata, Otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi objektif di daerah.
2.Bertanggung Jawab, pemberian Otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar pembangunan di seluruh pelosok tanah air.
3.Dinamis, pelaksanaan Otonomi selalu menjadi sarana dandorongan untuk lebih maju.
BAB 9: Integrasi Nasional
Pengertian Integritasi Nasional
Secara etimologi, integrasi nasional berasal dari bahasa Latin yaitu integrate yang artinya memberi tempat bagi unsur tertentu demi mewujudkan suatu keseluruhan. Sementara itu, kata Nasional berasal dari bahasa Inggris yaitu Nation yang artinya bangsa. Jadi istilah nasional ini mengandung beberapa pengertian yaitu kebangsaan dan bangsa itu sendiri.
Secara umum integrasi nasional secara politis adalah penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional
Pengertian Integrasi Nasional Menurut para Ahli
1.Menurut Ariadi integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya kedalam suatu wilayah.
2.Menurut Saafroedin Bahar.Integrasi nasional adalah upaya menyatukan seluruh unsur suatu negara dengan pemerintah dan wilayahnya.
3.Menurut Nazaruddin Shamsuddin integrasi nasional adalah proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan, yaitu sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
4.Menurut J. Soedjati Djiwandono integrasi nasional adalah cara bagaimana kelestarian persatuan nasional yang dalam arti luasnya dapat didamaikan dengan hak menentukan diri sendiri.
5.Myron Weiner integrasi nasional adalah proses dari penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu identitas nasional.
Syarat Integrasi Nasional
1.Kesadaran
Rasa kesadaran merupakan hal yang penting dalam mewujudkan integrasi nasional, khususnya kesadaran akan perbedaan dan saling menghargai antara satu dengan lainnya.
2.Adanya Konsensus Bersama
Untuk masyarakat majemuk seperti Indonesia ini, pasti ada suatu kesepakatan atau konsensus bersama mengenai aturan dan hilang dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
3.Adanya Nilai dan Norma
Dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara pastinya ada nilai dan norma yang harus ditaati oleh anggotanya.
Jenis Integrasi Nasional
1.Asimilasi
Asimilasi merupakan proses percampuran dua kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan yang baru dan sifatnya melebur sehingga kebudayaan yang baru terbentuk tidak memiliki ciri-ciri kedua atau lebih kebudayaan pembentuknya.
2.Akulturasi
Akulturasi adalah percampuran dua macam atau lebih kebudayaan menjadi satu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan sifat atau ciri-ciri sifat kebudayaan asli pembentukannya.
3.Pluralis
Pluralis merupakan paham yang menghargai perbedaan dalam masyarakat atau negara. Paham ini mewujudkan integrasi nasional dengan cara memberi kesempatan kepada semua unsur perbedaan yang ada di masyarakat untuk lebih maju dan berkembang.
4.Normatif
Integrasi Normatif ini terwujud karena adanya norma-norma tertentu yang telah disepakati oleh Masyarakat. Dengan berlakunya norma tersebut artinya masyarakat telah bersatu dan sepakat untuk menjalaninya.
5.Instrumental
Integrasi nasional dalam bentuk instrumental ini terlihat sangat nyata karna memang dari fisik orang atau masyarakat. Hal itu bisa terbentuk adanya kesamaan atau keseragaman antara individu atau kelompok lingkungan hidup.
6.Fungsional
Integrasi Fungsional terbentuk karena adanya kesamaan fungsi tertentu dalam suatu masyarakat. Mereka yang merasa mempunyai kesamaan fungsi atau peran cenderung mudah bersatu dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
7.Koersif
Integrasi Koersif ini terjadi karena adanya paksaan dari pihak penguasa atau pemerintah. Jadi, sifatnya tidak secara sukarela ketika bersatu dalam suatu hal.
Faktor Pendorong Integrasi Nasional:
1.Rasa senasib seperjuangan
2.Pemaknaan Ideologi Nasional
3.Keinginan Bersatu
4.Antisipasi Ancaman dari Luar
Faktor Penghambat Intergrasi Nasional:
1.Kurangnya Penghargaan terhadap Kemajemukan
2.Kuatnya Paham Etnosentrisme
3.Ketimpangan Pembangunan
Soal!!
1.Ancaman yang paling berpengaruh atas terjadinya musibah pandemi covid-19 ini itu apa saja? Berikan alasannya.
2.Berdampak apa saja di: -Pribadi,Keluarga, Masyarakat
3.Apakah yang seharusnya dilakukan agar bisa meminimalisir pandemi ini?
4.Apakah kesadaran diri sangat penting untuk menangani ancaman pandemi Covid-19 yang sudah menyebar ke seluruh dunia. Dan Apakah dampak dari ketidaksadaran manusia?
JAWABAN:
1.-Tekanan ekonomi dan sosial masyarakat, karena semua kegiatan masyarakat ditutup total seperti, pekerjaan, pasar, sekolah, dan tempat wisata.
-Kesehatan, karena pasien virus Covid-19 kebanyakan menyerang anak-anak, orang tua, dan siapa saja yang kesehatannya kurang stabil.
-Tingkat kematian tinggi, karena virus Covid-19 belum ditemukannya vaksin atau obatnya.
2.A.PRIBADI: -Setiap hari berdiam diri di rumah
-Kurang bergaul di masyarakat
-Tubuh kurang melakukan aktivitas diluar rumah
-Sekolah libur dan tugas rumah menumpuk
B.KELUARGA: -Menjadi jarang berkumpul dengan keluarga besar
-Saling mengingatkan antar anggota keluarga satu dengan lainnya agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar
-Masalah tekanan sosial dan ekonomi
C. MASYARAKAT: -Kurangnya kegiatan sosial di masyarakat
-Semua akses jalan ditutup
-Kerugian para pedagang di pasar karena akses ke pasar ditutup
-Kegiatan kerohanian menjadi terkurangi
3.-Menjaga kekebalan tubuh
-Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar
- Menghindari kerumunan orang yang ramai
-Rajin mencuci tangan dengan sabun
-Mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting
4.Kesadaran diri masing-masing manusia itu sangat penting, karena ada kesadaran diri maka mereka pasti paham bagaimana keadaan sekarang yaitu bersama-sama melawan virus Covid-19 dan saling menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Dan selalu memakai masker jika bepergian.
Dampak apabila ketidaksadaran manusia tidak ada maka penyebaran virus Covid-19 menjadi lebih cepat. Karena penyebab pastinya yaitu tidak mau mematuhi peraturan pemerintah yang untuk selalu menjaga kebersihan dan mengurangi kegiatan di luar rumah.
ANCAMAN
Ancaman terhadap keutuhan NRI tidak selalu berbentuk fisik/militer, tetapi juga non fisik/non militer. Silahkan analisis mengapa hal dibawah ini bisa menjadi ancaman terhadap keutuhan NRI, yaitu:
1.Radikalisme
2.Liberialisme
3.Sikap Acuh
4.CyberCrime
5.Wabah penyakit Covid -19
Berikan alasannya masing-masing
1.Radikalisme
Radikalisme adalah paham dimana seseorang/sekelompok orang lain mendapati perubahan yang cepat dan drastis, namun dengan cara yang salah, seperti melakukan kekerasan yang dapat memicu terorisme. Dampak dari Radikalisme adalah seseorang dapat melakukan hal negatif demi mencapai hal yang diinginkan, yang dapat mengganggu keutuhan negara.
2.Liberialisme
Liberalisme mempengaruhi pada sektor-sektor yang berkaitan dengan kolonialisme yakni dalam bidang ekonomi dan politik Indonesia.
Ancaman Liberalisme mungkin antaranya Indonesia harus menurunkan tingkat kriminalitas , dan mengurangi kebebasan terhadap masyarakat.
3.Sikap Acuh
Negara bisa sejahtera bila warganya rukun dan bahu membahu membangun kebersamaan dan menghargai setiap perbedaan dalam masyarakat atau individu.
Sikap Acuh di masyarakat akan berdampak buruk di lingkungan sosial.
4.CyberCrime
Semakin banyaknya Cybercrime di Indonesia mencerminkan gagalnya pemerintah untuk mengamankan negeri ini dari kriminalisme khususnya di dunia maya. Akibatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menjadi berkurang.
5.Wabah Penyakit Covid-19
Dalam kasus ini, semakin banyak pekerja yang terinfeksi makan semakin banyak pula biaya untuk perawatan dan juga biaya produksi yang tertanggung.
Kondisi ini diperparah dengan beberapa negara yang melakukan Lockdown sehingga mempengaruhi kegiatan impor bahan baku dan barang modal. Pada akhirnya produksi turun, barang langka dan harga barang meningkat. Kenaikan harga barang yang disertai penghasilan yang menurun merupakan hal fatal bagi masyarakat.
Cover -19 bukan lagi sekedar wabah, namun juga menjadi masalah kemanusiaan. Saran untuk melakukan sosial distancing mempunyai dampak yang tidak hanya menjauhkan hubungan fisik manusia saja, namun juga mengganggu perilaku ekonomi masyarakat.
Nama: Rian Galih Adi Pratama
Kelas: X TITL 2
WAWASAN NUSANTARA
1.Jelaskan pengertian wawasan Nusantara?
Wawasan nusantara adalah pandangan bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi Darat, Laut dan Udara diatasnya sebagai kesatuan politik, ekonomi, sosial dan budaya.
2.Sebutkan dan jelaskan asas dalam konsep wawasan nusantara?
1.Kepentingan yang sama
Ketika merebut dan menegakkan kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajahan secara fisik dari bangsa lain. Sekarang bangsa Indonesia harus menghadapi penjajahan yang berbeda dari negara lain. misalnya, kehidupan dalam negeri Indonesia mendapat tekanan dan paksaan secara halus maupun kasar dengan cara adu domba dan pecah belah bangsa dengan menggunakan dalih HAM,Demokrasi, dan Lingkungan Hidup.
Tujuan yang sama adalah tujuan tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari sebelumnya.
2.Keadilan
Yaitu pembagian kesesuaian yang adil, jerih payah usaha, dan kegiatan-kegiatan baik orang-perorangan baik golongan, kelompok, maupun daerah.
3.Kejujuran
Yang berarti keberanian berfikir, berkata, dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar walaupun kebenaran dan realita itu pahit dan kurang enak didengar.
4.Solidaritas
Yang berarti bahwa perlu diperlukan rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban untuk orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
5.Kerjasama
Kerjasama berarti memiliki koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun kelompok besar.
3.Tuliskan dan jelaskan unsur unsur dasar konsep wawasan Nusantara!
Unsur-unsur dasar wawasan nusantara terdiri atas:
Wadah (contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
Isi wawasan nusantara (content)
Merupakan aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Isi menyangkut dua hal yaitu:
Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan.
Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
Tata laku wawasan nusantara (conduct)
Hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan nusantara yang terdiri dari:
Tata laku batiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
Tata laku lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia.
4. Tuliskan fungsi dari wawasan Nusantara!
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan Negara di pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
5. Bagaimana latar belakang terbentuknya wawasan Nusantara dalam konteks NKRI ?
Dan apa yang terjadi jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara?
Wawasan nusantara dipengaruhi oleh beberapa hal yakni pengaruh geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal.
apabila negara Indonesia tidak mengandung lagi konsep wawasan nusantara, maka solidaritas bangsa akan terbelah. Selain itu, kedaulatan yang dianut oleh suatu negara dalam konsep bangsa akan hilang dan yang terpenting tidak akan ada lagi sifat nasionalisme suatu bangsa
Ciri -Ciri budaya politik Parochial:
1.Rendahnya dukungan terhadap pemerintah
2.Adanya kedekatan warga dengan suku-suku mereka, agama, ras, dan etnis.
3.Memandang keberhasilan dengan pesimistis sehingga dukungan terhadap pemerintah rendah.
b. Budaya politik subjek (subject Political Culture)
Budaya politik subjek adalah budaya politik yang terjadi ketika warga negara telah memiliki pengetahuan mengenai pemerintah dan kebijakannya. Namun belum terlibat aktif dalam proses politik. Ciri-ciri politik Subjek antara lain:
1.Adanya dukungan yang tinggi terhadap pemerintah.
2.Terdapat lebih banyak kepercayaan terhadap grup-grup dan lain dlam masyarakat, dibandingkan pada budaya politik parochial
3.Para warga, tetap tidak melihat diri mereka sendiri sebagai peserta aktif yang akan memengaruhi politik.
C. Budaya Politik Partisipan (Partisipan Political Culture)
Ciri-ciri yang terdapat pada politik Partisipan antara lain:
1.Serupa dengan budaya politik subjek dalam hal pengakuan dan penerimaan legitimasi pemerintah
2.Kebanyakan orang dalam masyarakat menerima aturan yang sama untuk mendapat dan memindahkan kekuasaan (Pemilu)
3.Tingkat keyakinan warga bahwa tindakan mereka berpengaruh dalam kebijakan politik yang sangat tinggi.
Lembaga Sarana atau Agen Sosialisasi Politik:
1.Keluarga
2.Sekolah
3.Tempat Pergaulan
4.Tempat Bekerja
5.Media Masa
BAB 8 Desentralisasi atau Otonomi Daerah
A.Pengertian Desentralisasi
Istilah Desentralisasi berasal dari bahasa Belanda yaitu De yang berarti lepas dan Centrum yang berarti pusat. Dengan demikian Desentralisasi adalah suatu hal yang terlepas dari pusat.
B. Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi
1.Kelebihan Desentralisasi
-Struktur yang didesentralisasikan merupakan pendelegasian wewenang dan memperingati manajemen pemerintahan pusat.
-Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pemerintahan pusat.
-Dalam menghadapi permasalahan yang agak mendesak, pemerintah daerah tidak perlu menunggu intruksi dari pusat.
-Hubungan yang harmonis dapat ditingkatkan dan meningkatkan gairah kerja pemerintah pusat dan daerah.
-Peningkatan efisiensi dalam segala hal, khususnya penyelenggara pemerintahan baik pusat maupun daerah.
-Dapat mengurangi birokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera dilaksanakan.
-Bagi organisasi yang besar dapat memperoleh manfaat dari keadaan di tempat masing-masing.
2.Kelemahan Desentralisasi
-Besarnya organ-organ pemerintah yang membuat struktur pemerintahan bertambah kompleks dan berimpilasi pada lemahnya koordinasi.
- Keseimbangan dan kesesuaian antara bermacam-macam kepentingan daerah dapat lebih mudah terganggu.
-Desentralisasi tuturial mendorong timbulnya paham kedaerahan.
-Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama karena memerlukan perundingan yang bertele-tele.
-Desentralisasi memerlukan biaya yang besar dan sulit untuk memperoleh keseragaman dan kesederhanaan.
Otonomi Daerah
A. Pengertian Otonomi Daerah
Menurut J. Wajong, Otonomi daerah adalah kebebasan untuk memelihara dan memajukan kepentingan khusus dengan keuangan sendiri, menentukan hukum sendiri. Sedangkan menurut Ateng Syarifuddin, menyebutkan Otonomi daerah adalah kebebasan atau kemandirian tetapi bukan kemerdekaan. Hanya saja sebentuk kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu berwujud pemberian kesempatan yang harus dipertanggung jawabkan. Menurut C. J. Franseen, Otonomi sebagia hak untuk mengatur urusan-urusan dan daerah setempat yang menyesuaikan peraturan -peraturan yang dibuat.
B Landasan Hukum Penetapan Otonomi Daerah di Indonesia
1.UUD 1945 pasal 18 ayat 1
2.Tap MPR-RI No XV/MPR/1998
3.UU No 12tahun 2008
C. Nilai, Dimensi, dan Prinsip Otonomi Daerah di Indonesia
1.Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintah yang didalamnya bersifat negara (Eenheidstaat), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa atau negara Republik Indonesia tidak akan terbagi diantara kesatuan -kesatuan pemerintah.
2.Nilai Dasar Desentralisasi Tutorial, yang bersumber dari isi dan Jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar Republik Indonesia. Berdasarkan nilai ini pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.
*Prinsip
1.Nyata, Otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi objektif di daerah.
2.Bertanggung Jawab, pemberian Otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar pembangunan di seluruh pelosok tanah air.
3.Dinamis, pelaksanaan Otonomi selalu menjadi sarana dandorongan untuk lebih maju.
BAB 9: Integrasi Nasional
Pengertian Integritasi Nasional
Secara etimologi, integrasi nasional berasal dari bahasa Latin yaitu integrate yang artinya memberi tempat bagi unsur tertentu demi mewujudkan suatu keseluruhan. Sementara itu, kata Nasional berasal dari bahasa Inggris yaitu Nation yang artinya bangsa. Jadi istilah nasional ini mengandung beberapa pengertian yaitu kebangsaan dan bangsa itu sendiri.
Secara umum integrasi nasional secara politis adalah penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional
Pengertian Integrasi Nasional Menurut para Ahli
1.Menurut Ariadi integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya kedalam suatu wilayah.
2.Menurut Saafroedin Bahar.Integrasi nasional adalah upaya menyatukan seluruh unsur suatu negara dengan pemerintah dan wilayahnya.
3.Menurut Nazaruddin Shamsuddin integrasi nasional adalah proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan, yaitu sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
4.Menurut J. Soedjati Djiwandono integrasi nasional adalah cara bagaimana kelestarian persatuan nasional yang dalam arti luasnya dapat didamaikan dengan hak menentukan diri sendiri.
5.Myron Weiner integrasi nasional adalah proses dari penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu identitas nasional.
Syarat Integrasi Nasional
1.Kesadaran
Rasa kesadaran merupakan hal yang penting dalam mewujudkan integrasi nasional, khususnya kesadaran akan perbedaan dan saling menghargai antara satu dengan lainnya.
2.Adanya Konsensus Bersama
Untuk masyarakat majemuk seperti Indonesia ini, pasti ada suatu kesepakatan atau konsensus bersama mengenai aturan dan hilang dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
3.Adanya Nilai dan Norma
Dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara pastinya ada nilai dan norma yang harus ditaati oleh anggotanya.
Jenis Integrasi Nasional
1.Asimilasi
Asimilasi merupakan proses percampuran dua kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan yang baru dan sifatnya melebur sehingga kebudayaan yang baru terbentuk tidak memiliki ciri-ciri kedua atau lebih kebudayaan pembentuknya.
2.Akulturasi
Akulturasi adalah percampuran dua macam atau lebih kebudayaan menjadi satu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan sifat atau ciri-ciri sifat kebudayaan asli pembentukannya.
3.Pluralis
Pluralis merupakan paham yang menghargai perbedaan dalam masyarakat atau negara. Paham ini mewujudkan integrasi nasional dengan cara memberi kesempatan kepada semua unsur perbedaan yang ada di masyarakat untuk lebih maju dan berkembang.
4.Normatif
Integrasi Normatif ini terwujud karena adanya norma-norma tertentu yang telah disepakati oleh Masyarakat. Dengan berlakunya norma tersebut artinya masyarakat telah bersatu dan sepakat untuk menjalaninya.
5.Instrumental
Integrasi nasional dalam bentuk instrumental ini terlihat sangat nyata karna memang dari fisik orang atau masyarakat. Hal itu bisa terbentuk adanya kesamaan atau keseragaman antara individu atau kelompok lingkungan hidup.
6.Fungsional
Integrasi Fungsional terbentuk karena adanya kesamaan fungsi tertentu dalam suatu masyarakat. Mereka yang merasa mempunyai kesamaan fungsi atau peran cenderung mudah bersatu dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
7.Koersif
Integrasi Koersif ini terjadi karena adanya paksaan dari pihak penguasa atau pemerintah. Jadi, sifatnya tidak secara sukarela ketika bersatu dalam suatu hal.
Faktor Pendorong Integrasi Nasional:
1.Rasa senasib seperjuangan
2.Pemaknaan Ideologi Nasional
3.Keinginan Bersatu
4.Antisipasi Ancaman dari Luar
Faktor Penghambat Intergrasi Nasional:
1.Kurangnya Penghargaan terhadap Kemajemukan
2.Kuatnya Paham Etnosentrisme
3.Ketimpangan Pembangunan
Soal!!
1.Ancaman yang paling berpengaruh atas terjadinya musibah pandemi covid-19 ini itu apa saja? Berikan alasannya.
2.Berdampak apa saja di: -Pribadi,Keluarga, Masyarakat
3.Apakah yang seharusnya dilakukan agar bisa meminimalisir pandemi ini?
4.Apakah kesadaran diri sangat penting untuk menangani ancaman pandemi Covid-19 yang sudah menyebar ke seluruh dunia. Dan Apakah dampak dari ketidaksadaran manusia?
JAWABAN:
1.-Tekanan ekonomi dan sosial masyarakat, karena semua kegiatan masyarakat ditutup total seperti, pekerjaan, pasar, sekolah, dan tempat wisata.
-Kesehatan, karena pasien virus Covid-19 kebanyakan menyerang anak-anak, orang tua, dan siapa saja yang kesehatannya kurang stabil.
-Tingkat kematian tinggi, karena virus Covid-19 belum ditemukannya vaksin atau obatnya.
2.A.PRIBADI: -Setiap hari berdiam diri di rumah
-Kurang bergaul di masyarakat
-Tubuh kurang melakukan aktivitas diluar rumah
-Sekolah libur dan tugas rumah menumpuk
B.KELUARGA: -Menjadi jarang berkumpul dengan keluarga besar
-Saling mengingatkan antar anggota keluarga satu dengan lainnya agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar
-Masalah tekanan sosial dan ekonomi
C. MASYARAKAT: -Kurangnya kegiatan sosial di masyarakat
-Semua akses jalan ditutup
-Kerugian para pedagang di pasar karena akses ke pasar ditutup
-Kegiatan kerohanian menjadi terkurangi
3.-Menjaga kekebalan tubuh
-Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar
- Menghindari kerumunan orang yang ramai
-Rajin mencuci tangan dengan sabun
-Mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting
4.Kesadaran diri masing-masing manusia itu sangat penting, karena ada kesadaran diri maka mereka pasti paham bagaimana keadaan sekarang yaitu bersama-sama melawan virus Covid-19 dan saling menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Dan selalu memakai masker jika bepergian.
Dampak apabila ketidaksadaran manusia tidak ada maka penyebaran virus Covid-19 menjadi lebih cepat. Karena penyebab pastinya yaitu tidak mau mematuhi peraturan pemerintah yang untuk selalu menjaga kebersihan dan mengurangi kegiatan di luar rumah.
ANCAMAN
Ancaman terhadap keutuhan NRI tidak selalu berbentuk fisik/militer, tetapi juga non fisik/non militer. Silahkan analisis mengapa hal dibawah ini bisa menjadi ancaman terhadap keutuhan NRI, yaitu:
1.Radikalisme
2.Liberialisme
3.Sikap Acuh
4.CyberCrime
5.Wabah penyakit Covid -19
Berikan alasannya masing-masing
1.Radikalisme
Radikalisme adalah paham dimana seseorang/sekelompok orang lain mendapati perubahan yang cepat dan drastis, namun dengan cara yang salah, seperti melakukan kekerasan yang dapat memicu terorisme. Dampak dari Radikalisme adalah seseorang dapat melakukan hal negatif demi mencapai hal yang diinginkan, yang dapat mengganggu keutuhan negara.
2.Liberialisme
Liberalisme mempengaruhi pada sektor-sektor yang berkaitan dengan kolonialisme yakni dalam bidang ekonomi dan politik Indonesia.
Ancaman Liberalisme mungkin antaranya Indonesia harus menurunkan tingkat kriminalitas , dan mengurangi kebebasan terhadap masyarakat.
3.Sikap Acuh
Negara bisa sejahtera bila warganya rukun dan bahu membahu membangun kebersamaan dan menghargai setiap perbedaan dalam masyarakat atau individu.
Sikap Acuh di masyarakat akan berdampak buruk di lingkungan sosial.
4.CyberCrime
Semakin banyaknya Cybercrime di Indonesia mencerminkan gagalnya pemerintah untuk mengamankan negeri ini dari kriminalisme khususnya di dunia maya. Akibatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menjadi berkurang.
5.Wabah Penyakit Covid-19
Dalam kasus ini, semakin banyak pekerja yang terinfeksi makan semakin banyak pula biaya untuk perawatan dan juga biaya produksi yang tertanggung.
Kondisi ini diperparah dengan beberapa negara yang melakukan Lockdown sehingga mempengaruhi kegiatan impor bahan baku dan barang modal. Pada akhirnya produksi turun, barang langka dan harga barang meningkat. Kenaikan harga barang yang disertai penghasilan yang menurun merupakan hal fatal bagi masyarakat.
Cover -19 bukan lagi sekedar wabah, namun juga menjadi masalah kemanusiaan. Saran untuk melakukan sosial distancing mempunyai dampak yang tidak hanya menjauhkan hubungan fisik manusia saja, namun juga mengganggu perilaku ekonomi masyarakat.
Nama: Rian Galih Adi Pratama
Kelas: X TITL 2
WAWASAN NUSANTARA
1.Jelaskan pengertian wawasan Nusantara?
Wawasan nusantara adalah pandangan bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi Darat, Laut dan Udara diatasnya sebagai kesatuan politik, ekonomi, sosial dan budaya.
2.Sebutkan dan jelaskan asas dalam konsep wawasan nusantara?
1.Kepentingan yang sama
Ketika merebut dan menegakkan kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajahan secara fisik dari bangsa lain. Sekarang bangsa Indonesia harus menghadapi penjajahan yang berbeda dari negara lain. misalnya, kehidupan dalam negeri Indonesia mendapat tekanan dan paksaan secara halus maupun kasar dengan cara adu domba dan pecah belah bangsa dengan menggunakan dalih HAM,Demokrasi, dan Lingkungan Hidup.
Tujuan yang sama adalah tujuan tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari sebelumnya.
2.Keadilan
Yaitu pembagian kesesuaian yang adil, jerih payah usaha, dan kegiatan-kegiatan baik orang-perorangan baik golongan, kelompok, maupun daerah.
3.Kejujuran
Yang berarti keberanian berfikir, berkata, dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar walaupun kebenaran dan realita itu pahit dan kurang enak didengar.
4.Solidaritas
Yang berarti bahwa perlu diperlukan rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban untuk orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
5.Kerjasama
Kerjasama berarti memiliki koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun kelompok besar.
3.Tuliskan dan jelaskan unsur unsur dasar konsep wawasan Nusantara!
Unsur-unsur dasar wawasan nusantara terdiri atas:
Wadah (contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
Isi wawasan nusantara (content)
Merupakan aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Isi menyangkut dua hal yaitu:
Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan.
Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
Tata laku wawasan nusantara (conduct)
Hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan nusantara yang terdiri dari:
Tata laku batiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
Tata laku lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia.
4. Tuliskan fungsi dari wawasan Nusantara!
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan Negara di pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
5. Bagaimana latar belakang terbentuknya wawasan Nusantara dalam konteks NKRI ?
Dan apa yang terjadi jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara?
Wawasan nusantara dipengaruhi oleh beberapa hal yakni pengaruh geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal.
apabila negara Indonesia tidak mengandung lagi konsep wawasan nusantara, maka solidaritas bangsa akan terbelah. Selain itu, kedaulatan yang dianut oleh suatu negara dalam konsep bangsa akan hilang dan yang terpenting tidak akan ada lagi sifat nasionalisme suatu bangsa